Sabtu, Januari 30, 2021

KETIKA KITA SAKIT.... ALLAH TARIK 3 PERKARA

KETIKA KITA SAKIT
ALLAH TARIK 3 PERKARA

😭

1. Allah tarik keceriaan wajah kita.
2. Allah tarik selera makan kita.
3. Allah tarik dosa kita.

Apabila sudah sembuh,
Allah hantar 2 perkara saja:

1. Allah mengembalikan keceriaan wajah kita.
2. Allah mengembalikan selera makan kita.

Tapi....

Allah TIDAK mengembalikan dosa kita..

ALLAHU AKBAR ....

Betapa sayangnya Allah pada kita..

Kebanyakan manusia suka
"Mengeluh"
dalam menjalankan kehidupan ini.

👍

Cobalah untuk tidak mengeluh dengan tazkirah ini..:

1.
Ketika kita mengeluh:
“ihhh , capeknya akuu."

ALLAH menjawab:
(وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا)
“ Dan KAMI jadikan tidurmu utk istirahat
(An Naba' [78]: 9)

2.
Ketika kita mengeluh:
“Beratnya cobaan ini , tak sanggup rasanya aku.

" ALLAH menjawab :
(لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا)
“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya".
(Al Baqarah [2] : 286)

3.
Ketika kita mengeluh :
“Galaunya aku"

" ALLAH menjawab :
( أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)
“Hanya dgn mengingatKU, hati akan menjadi tenang”
(Ar Ra'd [13]: 28)

4.
Ketika kita mengeluh:
“Apa yg aku buat ini semua sia sia.

" ALLAH menjawab :
(فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ)
"Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan mendapatkan balasannya”
(Al Zalzalah [99]: 7)

5.
Ketika kita mengeluh:
“tak ada seorangpun yg mau menolong aku."

ALLAH menjawab:
( ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ)
“ Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan” (Al Ghafir [40] : 60)

6.
Ketika kita mengeluh :
“ Aku sangat sedih.”

ALLAH menjawab:
( لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ )
“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya AKU bersama kamu " (At Taubah [9] : 40)

🤣

Janganlah kita banyak mengeluh.
Banyakkan bersabar dan teruskan kehidupan ini dengan taqwa dan tawakkal.
Semoga menjadi insan yang bertakwa.

Hadapi semua musibah dengan tenang, sabar, dan tawakkal.
Semuanya pasti berakhir....

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٨﴾

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.

Sungguh....

Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(Q.S.16:18)

👇👇

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? "

(Q.S.55:13)

👍

Insya Allah bermanfaat bagi kita semua....
Aamiin

sumber WA

Rabu, Januari 27, 2021

Bibit Pohon dan Sang Raja


Jaman dahulu kala, di China kuno hiduplah seorang raja bijaksana. Rakyatnya hidup makmur dan damai, tak pernah ada kekurangan dan kelaparan di negri tersebut. 

Pada suatu hari, sang raja merasa lelah dan sudah tua, sudah saatnya ia mencari pengganti dirinya. Namun sayang sekali, ia tak memiliki seorang anak. Maka ia mengutus punggawa kerajaan untuk mengumpulkan 5 pemuda cerdas di negrinya. 

Setibanya di dalam kerajaan, kelima pemuda tersebut ternganga melihat indahnya istana raja. Mereka memberi hormat dan menunggu titah sang raja. "Wahai pemuda-pemuda tampan, cerdas dan bijaksana, hari ini aku akan memilih salah satu di antara kalian menjadi penggantiku," titah sang raja. Semua pemuda terdiam dan terkejut, mereka tak menyangka bahwa raja akan memberikan tahtanya pada mereka, namun siapa gerangan yang akan ditunjuk menjadi pengganti raja? "Untuk menjadi penggantiku, kalian harus mengikuti satu ujian yang akan kuberikan," sambung sang raja. 

Sang raja kemudian mengambil 5 buah kantong, yang masing-masing kantong terdapat sebuah biji bibit pohon. "Tanam, rawat dan siramlah bibit ini dengan segenap hati kalian. Kembalilah kepadaku setelah satu tahun dari sekarang, kita lihat bagaimana hasil tanaman yang kalian rawat. Dari hasil tanaman tersebut aku akan memilih salah satu dari kalian menggantikan diriku," titah raja. 

Semua pemuda bergegas kembali ke rumah mereka dan mencari tanah yang baik untuk menanam benih yang diberikan oleh sang raja. 

Demikian juga Ling, salah satu pemuda jujur yang dipanggil sang raja. Ia bergegas menemui ibunya, dan memberitahukan kabar tersebut. Ling dibantu sang ibu kemudian mencari tanah terbaik dan meletakkannya di sebuah pot. 

Setiap hari Ling selalu merawat, menyirami benih tersebut. Namun hingga bulan ke dua, ketiga, hingga bulan-bulan berikutnya tak sesentipun benih tersebut tumbuh. 

Padahal menurut teman-temannya, benih mereka sudah tumbuh menjadi pohon yang subur dengan buah-buah yang mulai muncul. Ling pun sedih, ia sadar bahwa ia telah gagal. 

Semakin mendekati hari pertemuan di istana, ia semakin bingung. Ia takut bahwa raja akan menghukumnya, namun sang ibu memintanya agar tetap jujur dan bersabar. 

Tiba hari di mana sang raja akan memilih pengganti, semua pemuda diminta kembali ke istana dengan membawa semua hasil tanamannya. 

Dengan sedih, Ling membawa sebuah pot kecil berisi bibit yang tidak tumbuh. Ia tertunduk lesu, sementara semua teman-temannya membawa pohon di pot besar, ada yang berbunga indah, ada pula yang berbuah lebat. 

Melihat Ling membawa pot kosong sang raja tertawa, "bagus sekali usahamu," seluruh isi istanapun tertawa melihat Ling yang tertunduk lesu. 

Raja berkeliling dan melihat tanaman-tanaman lain yang menjulang dengan gagah dan indahnya. Terkagum-kagum, raja memandangi tanaman dengan buah ranum yang subur sambil sesekali mengangguk-angguk. 

Raja pun meminta masing-masing maju, bercerita tentang usahanya, dan tibalah pada giliran Ling, yang maju bersama sebuah pot kosong "Nama saya adalah Ling," katanya. 

Sekali lagi seluruh ruangan riuh ramai menertawakannya. Ada yang meneriakkan kalimat-kalimat ejekan pedas yang membuat Ling semakin malu dan sedih. 

Sang raja kemudian berkata, "baiklah, aku sudah menemukan siapa yang akan menjadi penggantiku." Ruanganpun senyap seketika menantikan titah raja selanjutnya. Ia kemudian menggandeng tangan Ling, dan mengumumkan Ling sebagai penggantinya. Seketika semua orang terkejut, namun mereka tertunduk memberikan hormat. "Sebenarnya, bibit yang kuberikan pada kalian setahun lalu adalah bibit yang sudah busuk. Sangat tidak mungkin menghasilkan tanaman yang lebat dengan buah-buah ranum dan bunga-bunga indah dari mereka. 

Ling, adalah pemuda yang jujur dan berani. Ia membawa sebuah pot kosong dengan bibit yang tidak tumbuh. Untuk itulah aku memilihnya sebagai penggantiku. 
Ingatlah wahai rakyatku, saat kau menanam sebuah kejujuran, maka kau akan menuai kepercayaan. 
Saat kau menanam kebaikan, maka kau akan menuai persahabatan. 
Saat kau menanam kerendah hatian, kau akan menuai kebaikan hati sesama. 
Saat kau menanam kedamaian, maka kau akan menuai kemenangan. 
Saat kau menanam kerja keras, kau akan menuai kesuksesan. Saat kau menanam kesabaran, maka kau akan menuai hasil berlebihan. 
Saat kau menanam keyakinan, kau akan mendapatkan sebuah keajaiban..." 
Sebaliknya, apabila seseorang menanamkan ketidakjujuran, maka ia tak akan dipercaya. 
Saat ia menanam keegoisan, maka ia akan kesepian. 
Saat ia menanamkan gengsi, ia akan hancur sendiri. 
Saat ia menanamkan kecemburuan, ia akan menuai celaka. 
Saat ia menanam kemalasan, ia akan menuai kemiskinan. 
Saat ia menanamkan keserakahan, ia akan menuai kekurangan. 
Saat ia menanam dosa, ia akan menuai hukuman.

Source Fimela.com

Senin, Januari 25, 2021

Bertamu Pulang 'Minta Bunga'

BERTAMU PULANG 
'MINTA BUNGA'

Kedatangan tamu di rumah kita merupakan ajang silaturahim antara tamu dan tuan rumah. Apapun keperluan dari bertamu akan memberi ruang dan interaksi dari kedua belah pihak.

Seiring dengan kegiatan bertamu ada hal yang kadang sangat mengganggu. Terkadang kita tidak dapat berkata selain merelakan sesuatu yang sebetulnya sangat kita sayangi. Walaupun terasa tidak ikhlas.

Apakah yang mengganggu saat kegiatan  tersebut? Kedatangan tamu yang ketika pulang 'minta bunga' yang kita miliki!! Acara minta bunga ini kadang seperti memaksa setelah memilih.. dan tidak hanya satu tapi bisa 2 sampai 3 jenis. Kadang belum sempat kita iyakan sudah dicabut atau dipotel dari rumpun bunga. Aku sejujurnya sangat sedih dan kadang jadi dongkol karena tindakan tersebut. Apalagi bunga tersebut susah berkembang biak, ada juga memrlukan waktu yang lama bahkan bertahun baru menghasilkan bunga yang cantik. Karena perbuatan tamu yang sangat memaksa bunganya jadi rusak.

Seperti kaktus, bunga ini susah tumbuhnya.. kalaupun yang mudah berkembang biak, bila dipotel bentuknya jadi tidak cantik lagi. Seperti anggrek, memerlukan waktu bertahun baru akan berbunga. Bila bunga anggrek dipetik dia paling bertahan 3-4 hari tapi bila tetap di pot akan bertahan selama lebih dari 3 bulan. Demikian juga bunga yang lain, kadang aku harus beli dari tempat yang jauh utk mendapatkan bibitnya.

Bunga yang cantik tidak serta merta tersaji sedemikian rupa. Bunga yang cantik memerlukan perawatan seperti penyiraman setiap hari, penyiangan, pemupukan. Hal tersebut tidak dalam kurun waktu yang singkat tapi memerlukan waktu yang berbulan bahkan bertahun. Juga perhatian yang penuh serta biaya tidak sedikit.

Jadi kepada kita semua kalau lagi bertamu nikmati dan kagumi saja semua bunga yang tersaji tampa harus meminta atau mengambil apalagi menjarah bunga yang indah tersebut. Kasian tuan rumah yang harus menahan kesedihan karena bunga kesayangan yang sudah dipelihara lama harus diambil atau dirusak karena dipotel.

Jadilah tamu yang baik yang membawa keberkahan bagi tuan rumah juga bagi tamu.

Maaf curhat.. semoga teman yang lain tidak memiliki pengalaman sepertiku 😀

Minggu, Januari 24, 2021

Alhamdulillah

Hari ini hatiku sangat gembira, tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, karena setelah sekian tahun blog ini dapat dibuka kembali.
Ada rasa rindu dengan tulisan dan cerita serta semua kegiatan dalam blog ini.

Alhamdulilllah yaa ALLAH yang telah memudahkan dan mengizinkan sehingga blog ini terbuka kembali.

Terima kasih teman semua yang telah membantu membuka blog ini. Semoga ALLAH SWT akan membalas semua kebaikan dengan berlipat ganda.. aamiin yaa Robbal a'lamin.