Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 27, 2021

Bibit Pohon dan Sang Raja


Jaman dahulu kala, di China kuno hiduplah seorang raja bijaksana. Rakyatnya hidup makmur dan damai, tak pernah ada kekurangan dan kelaparan di negri tersebut. 

Pada suatu hari, sang raja merasa lelah dan sudah tua, sudah saatnya ia mencari pengganti dirinya. Namun sayang sekali, ia tak memiliki seorang anak. Maka ia mengutus punggawa kerajaan untuk mengumpulkan 5 pemuda cerdas di negrinya. 

Setibanya di dalam kerajaan, kelima pemuda tersebut ternganga melihat indahnya istana raja. Mereka memberi hormat dan menunggu titah sang raja. "Wahai pemuda-pemuda tampan, cerdas dan bijaksana, hari ini aku akan memilih salah satu di antara kalian menjadi penggantiku," titah sang raja. Semua pemuda terdiam dan terkejut, mereka tak menyangka bahwa raja akan memberikan tahtanya pada mereka, namun siapa gerangan yang akan ditunjuk menjadi pengganti raja? "Untuk menjadi penggantiku, kalian harus mengikuti satu ujian yang akan kuberikan," sambung sang raja. 

Sang raja kemudian mengambil 5 buah kantong, yang masing-masing kantong terdapat sebuah biji bibit pohon. "Tanam, rawat dan siramlah bibit ini dengan segenap hati kalian. Kembalilah kepadaku setelah satu tahun dari sekarang, kita lihat bagaimana hasil tanaman yang kalian rawat. Dari hasil tanaman tersebut aku akan memilih salah satu dari kalian menggantikan diriku," titah raja. 

Semua pemuda bergegas kembali ke rumah mereka dan mencari tanah yang baik untuk menanam benih yang diberikan oleh sang raja. 

Demikian juga Ling, salah satu pemuda jujur yang dipanggil sang raja. Ia bergegas menemui ibunya, dan memberitahukan kabar tersebut. Ling dibantu sang ibu kemudian mencari tanah terbaik dan meletakkannya di sebuah pot. 

Setiap hari Ling selalu merawat, menyirami benih tersebut. Namun hingga bulan ke dua, ketiga, hingga bulan-bulan berikutnya tak sesentipun benih tersebut tumbuh. 

Padahal menurut teman-temannya, benih mereka sudah tumbuh menjadi pohon yang subur dengan buah-buah yang mulai muncul. Ling pun sedih, ia sadar bahwa ia telah gagal. 

Semakin mendekati hari pertemuan di istana, ia semakin bingung. Ia takut bahwa raja akan menghukumnya, namun sang ibu memintanya agar tetap jujur dan bersabar. 

Tiba hari di mana sang raja akan memilih pengganti, semua pemuda diminta kembali ke istana dengan membawa semua hasil tanamannya. 

Dengan sedih, Ling membawa sebuah pot kecil berisi bibit yang tidak tumbuh. Ia tertunduk lesu, sementara semua teman-temannya membawa pohon di pot besar, ada yang berbunga indah, ada pula yang berbuah lebat. 

Melihat Ling membawa pot kosong sang raja tertawa, "bagus sekali usahamu," seluruh isi istanapun tertawa melihat Ling yang tertunduk lesu. 

Raja berkeliling dan melihat tanaman-tanaman lain yang menjulang dengan gagah dan indahnya. Terkagum-kagum, raja memandangi tanaman dengan buah ranum yang subur sambil sesekali mengangguk-angguk. 

Raja pun meminta masing-masing maju, bercerita tentang usahanya, dan tibalah pada giliran Ling, yang maju bersama sebuah pot kosong "Nama saya adalah Ling," katanya. 

Sekali lagi seluruh ruangan riuh ramai menertawakannya. Ada yang meneriakkan kalimat-kalimat ejekan pedas yang membuat Ling semakin malu dan sedih. 

Sang raja kemudian berkata, "baiklah, aku sudah menemukan siapa yang akan menjadi penggantiku." Ruanganpun senyap seketika menantikan titah raja selanjutnya. Ia kemudian menggandeng tangan Ling, dan mengumumkan Ling sebagai penggantinya. Seketika semua orang terkejut, namun mereka tertunduk memberikan hormat. "Sebenarnya, bibit yang kuberikan pada kalian setahun lalu adalah bibit yang sudah busuk. Sangat tidak mungkin menghasilkan tanaman yang lebat dengan buah-buah ranum dan bunga-bunga indah dari mereka. 

Ling, adalah pemuda yang jujur dan berani. Ia membawa sebuah pot kosong dengan bibit yang tidak tumbuh. Untuk itulah aku memilihnya sebagai penggantiku. 
Ingatlah wahai rakyatku, saat kau menanam sebuah kejujuran, maka kau akan menuai kepercayaan. 
Saat kau menanam kebaikan, maka kau akan menuai persahabatan. 
Saat kau menanam kerendah hatian, kau akan menuai kebaikan hati sesama. 
Saat kau menanam kedamaian, maka kau akan menuai kemenangan. 
Saat kau menanam kerja keras, kau akan menuai kesuksesan. Saat kau menanam kesabaran, maka kau akan menuai hasil berlebihan. 
Saat kau menanam keyakinan, kau akan mendapatkan sebuah keajaiban..." 
Sebaliknya, apabila seseorang menanamkan ketidakjujuran, maka ia tak akan dipercaya. 
Saat ia menanam keegoisan, maka ia akan kesepian. 
Saat ia menanamkan gengsi, ia akan hancur sendiri. 
Saat ia menanamkan kecemburuan, ia akan menuai celaka. 
Saat ia menanam kemalasan, ia akan menuai kemiskinan. 
Saat ia menanamkan keserakahan, ia akan menuai kekurangan. 
Saat ia menanam dosa, ia akan menuai hukuman.

Source Fimela.com

Senin, Januari 25, 2021

Bertamu Pulang 'Minta Bunga'

BERTAMU PULANG 
'MINTA BUNGA'

Kedatangan tamu di rumah kita merupakan ajang silaturahim antara tamu dan tuan rumah. Apapun keperluan dari bertamu akan memberi ruang dan interaksi dari kedua belah pihak.

Seiring dengan kegiatan bertamu ada hal yang kadang sangat mengganggu. Terkadang kita tidak dapat berkata selain merelakan sesuatu yang sebetulnya sangat kita sayangi. Walaupun terasa tidak ikhlas.

Apakah yang mengganggu saat kegiatan  tersebut? Kedatangan tamu yang ketika pulang 'minta bunga' yang kita miliki!! Acara minta bunga ini kadang seperti memaksa setelah memilih.. dan tidak hanya satu tapi bisa 2 sampai 3 jenis. Kadang belum sempat kita iyakan sudah dicabut atau dipotel dari rumpun bunga. Aku sejujurnya sangat sedih dan kadang jadi dongkol karena tindakan tersebut. Apalagi bunga tersebut susah berkembang biak, ada juga memrlukan waktu yang lama bahkan bertahun baru menghasilkan bunga yang cantik. Karena perbuatan tamu yang sangat memaksa bunganya jadi rusak.

Seperti kaktus, bunga ini susah tumbuhnya.. kalaupun yang mudah berkembang biak, bila dipotel bentuknya jadi tidak cantik lagi. Seperti anggrek, memerlukan waktu bertahun baru akan berbunga. Bila bunga anggrek dipetik dia paling bertahan 3-4 hari tapi bila tetap di pot akan bertahan selama lebih dari 3 bulan. Demikian juga bunga yang lain, kadang aku harus beli dari tempat yang jauh utk mendapatkan bibitnya.

Bunga yang cantik tidak serta merta tersaji sedemikian rupa. Bunga yang cantik memerlukan perawatan seperti penyiraman setiap hari, penyiangan, pemupukan. Hal tersebut tidak dalam kurun waktu yang singkat tapi memerlukan waktu yang berbulan bahkan bertahun. Juga perhatian yang penuh serta biaya tidak sedikit.

Jadi kepada kita semua kalau lagi bertamu nikmati dan kagumi saja semua bunga yang tersaji tampa harus meminta atau mengambil apalagi menjarah bunga yang indah tersebut. Kasian tuan rumah yang harus menahan kesedihan karena bunga kesayangan yang sudah dipelihara lama harus diambil atau dirusak karena dipotel.

Jadilah tamu yang baik yang membawa keberkahan bagi tuan rumah juga bagi tamu.

Maaf curhat.. semoga teman yang lain tidak memiliki pengalaman sepertiku 😀

Senin, Oktober 12, 2015

Sodaqoh...


Pagi ini aku pergi ke kantor.
Aku diantar oleh Abang seperti biasa.

Pada kiri pertigaan jalan mobil kami minggir,
karena disudut pertigaan tersebut ada bak sampah umum.

Setelah membuang sampah mobil yg kami kendarai akan maju
tapi pada saat yang sama dari arah kiri ada motor yang melaju.

Si Pengendara motor akan belok ke kanan 
karena lalu lintas ramai maka Si Pengendara motor berhenti.

Mobil kami tidak dapat maju terhalang oleh motor.
Kami masih menunggu apakah Si Pengendara motor akan maju.
Diluar dugaan.... 
yang bersangkutan memundurkan motornya kurang lebih 1 jengkal.
Tindakan ini sudah dapat membuat mobil kami lewat.

Sambil senyum aku ucapkan terima kasih 
dan dibalas oleh yang bersangkutan dengan senyum juga.

Abangku berkata bahwa Si Pengendara Motor sedang membagi SODAQOH
dengan CARA MELAPANGKAN JALAN LEWAT walaupun hanya sejengkal.. 
dan TERSENYUM walaupun tidak kenal dengan orang yang disenyumi.

Masha ALLAH indahnya dunia
with LOVE
 



Senin, Agustus 31, 2015

SURAT CINTA Mbak Sum buat Pacar BULE ..


SURAT CINTA seorang wanita yang biasa dioanggil mbak Sum untuk pacar bule-nya. Mbak Sum bermaksud mutusin pacarnya orang bule yang bernama John, tetapi dia tidak berani bertemu muka dengan pacarnya itu secara langsung. Mbak Sum menulis surat dengan berbekal kamus Bahasa Inggris dan pengetahuan yang pas-pasan. Berikut isi suratnya..

Hi John together this letter I give know you
(hai John bersama surat ini saya ingin memberitahumu)

This late-late my body is not delicious because I think duck duck to you
(Akhir akhir ini badan saya tidak enak krn memikirkan banyak banyak tentang kamu)

I want cut connection us
(saya ingin memutuskan hubungan kita)

I think very cook cook all
(saya pikirkan masak-masak semuanya)

I know love my only clap half hand
(saya tau cintaku hanya bertepuk sebelah tangan)

correctly I have see you play fire with a women entertainment at town with my eyes head alone
 (sebenarnya saya telah melihat kamu bermain api dengan wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri)

you always ask sorry back back river
(kau selalu meminta maaf berulang kali)

river that I forgive you, but this river, you correct hurt my liver
(kali itu aku memaafkan kamu, tapi kali ini kau benar-benar menyakiti hatiku)

eyes you drop water eye crocodile
(matamu meneteskan air mata buaya)

you correct correct a man crocodile land
(kau benar-benar lelaki buaya darat)

so, I cut connection and pull body from love triangle this
(jadi, saya putuskan hubungan ini dan menarik diri dari cinta segitiga ini)

I cry night-night until no there is eye water more thinking about your body
(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi air mata memikirkan dirimu)

I not want sick my liver for two river
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

safe walk John
(selamat jalan John)

from your fruit liver
(dari buah hatimu)

SUMIATI LION ON THE TABLE
(SUMIATI SINGODIMEJO)
Good Morning All..
Wish U have so Great Morning
Source of the love letter above is from my BBM Friend  

Selasa, Maret 10, 2015

MULTI PERSEPSI TENTANG "KENTUT"


** Kiriman Sahabat Karib **
** (Menurut Para Guru sesuai disiplin Ilmu yang ia miliki) ** 


Al-kisah : Pada suatu hari seorang Kepala Sekolah sedang memimpin rapat yang diikuti oleh seluruh Guru dan Staf Administrasi sekolah, untuk menyampaikan hasil rapat koordinasi dari Diknas Pendidikan Tentang Sistem UNAS. Ketika beliau sedang menyampaian materi, tiba² terdengar suara desahan angin yang bertiup dibarengi aroma tidak sedap. Seketika itu para peserta rapat saling memandang antara satu dengan yang lain, yang kemudian tanpa sengaja dan tanpa sadar secara reflek mereka saling berkomentar, spt berikut : 

= Guru Matematika : "Sesuatu yang tidak bisa dikali namun baunya bisa dibagi-bagi...!!!" 

= Guru Kesenian : "Bunyi nadanya terletak pada kunci K...!!!" 

= Guru Fisika : "Inilah yang di sebut INNER POWER, tenaga yang di gunakan kecil namun hasilnya sungguh luar biasa...!!!" 

= Guru Biologi : "Inilah ciri makhluk yang masih hidup dan melanjutkan hidupnya...!!!" 

= Guru Agama : "Ini salah satu penyebab batalnya wudhu dan shalat...!!!" 

= Guru Geografi : "Posisi keberadaannya mengikuti arah mata angin, akibat dari tekanan Gratifikasi...!!!" 

= Guru Sosiolog : "Perilaku menyimpang dari norma social pada sikap manusia...!!!" 

= Guru Sejarah : "Salah satu penyebab terjadinya perang mulut...!!!" 

= Guru Bahasa : "Kalimat bisa di tulis namun aromanya tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata...!!!" 

 Kepala Sekolah : Menghentikan pembicaraannya sejenak sehingga suasana jadi hening, dan memulai bicara dengan menyampaikan permohonan maaf, bahwa yang KENTUT tadi saya ...!!! Kenapa...??? !!! Masalah buat kalian...???!!!- 

Inilah hanya sekedar cerita dan tak perlu dicari apa maksudnya, tuk itu bertanyalah pada diri sendiri dan tentunya jawab juga sendiri, yang penting dalam mengikuti situasi dan kondisi sekarang ini , jangan sampai kita terlalu tegang dan semoga dapat membuat kita terseyum........he he he he he ……… ha ha ha ha ha ha .

Source : Kiriman Sahabatku