Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 13, 2021

Amalan di bulan Rajab

Tanggal 1 Rajab 1442 Hijriah jatuh pada hari ini Sabtu tanggal 13 Febuari 2021.  Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan bulan yang mulia dan setiap umat muslim menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Rasulullah SAW menyambut bulan Rajab dengan berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan panjang umur hingga menikmati keistimewaan bulan Ramadhan.

Amalan di bulan Rajab yang akan mendatangkan banyak pahala dan keberkahan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Puasa.
2. Melakukan banyak Istighfar.
3. Melakukan sedekah.
4. Berdoa dan Dzikir.

Senin, Februari 01, 2021

ADAB BERTAMU

             ADAB BERTAMU

Islam mengajarkan adab bagi tuan rumah dalam memuliakan tamu, islam juga mengajarkan adab bagi tamu ketika berkunjung ke rumah orang lain.
Berikut adalah beberapa adab dalam bertamu:

1. Mintalah izin untuk masuk dan berdirilah di samping pintu atau menghadap ke arah luar.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi bagimu agar kamu selalu ingat.” (QS. An Nur:27)

2. Hindari bertamu di waktu yang tidak tepat
Seperti bertamu di waktu istirahat atau di waktu orang bekerja. Kecuali jika sangat mendesak. Allah mengajarkan tentang 3 waktu privasi, dimana anak-anak tidak boleh masuk kamar orangtuanya, kecuali setelah minta izin. Allah beriman yang artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum shalat subuh,ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah shalat isya inilah tiga (waktu buka) aurat bagi kamu.” (QS An Nur:58)

3. Dianjurkan untuk membawa hadiah ketika bertamu
Karena akan mempererat persaudaraan, Nabi bersabda “Berdasarkan saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari)

4. Duduklah di tempat yang disediakan oleh tuan rumah dan hindari mengambil posisi yang bisa melihat isi rumah.
Nabi bersabda, janganlah orang itu duduk di tempat duduk khusus milik tuan rumah, kecuali jika diizinkan. (HR.Muslim)

5. Berusahalah untuk selalu menjaga pandangan selama bertamu
Allah Berfirman yang artinya “ Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS. Ghafir : 19)

6. Makanlah hidangan yang telah disediakan dan jika puasa, sampaikan izin untuk tidak memakannya dan jangan lupa untuk mendo’akan tuan rumah.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila kalian diundang, hadirilah! Jika sedang puasa, do’akanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!” (HR. Muslim)

7. Jika bertamu sudah selesai, segeralah untuk pamit.
Berlama-lama di rumah itu bisa merepotkan tuan rumah. Kecuali jika tuan rumah menghendaki anda untuk tetap di rumahnya.
Allah mengajarkan dalam firmannya “ Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak makananya, tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan….” (QS. Al Ahzab : 53)

8. Jika tamu butuh untuk menginap, dia hanya punya hak untuk dijamu selama 3 hari.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Kewajiban menjamu tamu hanya berlaku 3 hari lebih dari itu statusnya sedekah untuk tamu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

9. Jangan lupa untuk mendo’akan tuan rumah ketika anda menyantap hidangan
Nabi pernah bertamu di rumah seseorang. Setelah beliau makan hidangan yang disuguhkan beliau berdo’a “Ya Allah berikanlah rezeki yang engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.” (HR. Abu Daud).

Sumber : Yufid.TV

Rabu, Juli 29, 2015

Bersahabat Dengan Orang Berzodiak Scorpio

Mau tahu mengapa orang yang berzodiak scorpio paling asyik diajak berteman? Yuk kita lihat 5 alasannya tentang keuntungan dari orang yang berbintang scorpio :

1. Asyik diajak berpetualang
Ketika anda suka dengan hal-hal yang menantang maka sahabat scorpio akan selalu ada untuk anda. sebab sahabat yang mempunyai bintang tersebut akan mengikuti hobi anda karena mereka juga memiliki keberanian yang membuat mereka tidak ragu akan pergi berpetualang. Jadi mereka ini akan selalu siap ketika anda membutuhkan dan menemani anda.

2. Baik hati
Selain mempunyai keberanian yang tinggi, scorpio juga sangat mempunyai hati yang baik. Nah karena sisi inilah seringkali orang yang berbintang tersebut banyak disukai oleh banyak orang. Dan mereka cepat peka dengan apa yang anda rasakan.

3. Tidak akan berkhianat
Ketika anda takut untuk dihianati maka hal yang paling tepat adalah bersahabat dengan orang yang bebintang scorpio, karena bukan hanya dalam hal cinta saja mereka setia tetapi mereka juga akan setia pada sahabat dan tidak akan menusuk anda dari belakang. Walaupun terkadang dia tersakiti tapi seorang scorpio tidak akan pernah membalas.

4.Yang pertama berdiri saat Anda diperlakukan tidak baik
Dialah orang yang pertama selalu berdiri ketika anda diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Hal ini terjadi karena seorang scorpio tidak ingin melihat orang lain merasa tersakiti, maka dari itu dia selalu membela sahabat atau temannya ketika di sakiti oleh orang lain.

5. Tidak membosankan
Anda tidak akan menghabiskan waktu dengan sia-sia jika bersam si scorpio karena mereka adalah orang-orang yang tidak akan membuat anda cepat bosan. Dia akan memberikan hal terbaik untuk membuat anda selalu tersenyum.

Nah masih ragukah anda dengan orang yang berbintang scorpio? Mereka adalah orang yang selalu rela membela anda ketika anda tersakiti. Memang sih orang mempunyai sifat masing-masing, namun kebanyakan sifat dari bintang scorpio adalah seperti itu. So, anda bebas memilih siapa saja untuk berteman dengan anda. semoga bermanfaat.

Hehehee...gua banget..
Source http://informasi-fantastis.blogspot.com
 

Selasa, Mei 26, 2015

14 Cara Mendidik Anak Secara Islam ala Rosulullah SAW



Seperti apakah Nabi Muhammad SAW dalam mendidik anak-anaknya ?
Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anaknya dapat di gambarkan di bawah ini:

1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk dipangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

2. Ketika ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak ja’far. Ketika mereka dating, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.

3. “Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada beritayang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja’far dan kawan-kawanya?” Beliau menjawab, “Ya benar, mereka hari di timpa musibah.” Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, “janganlah kalian melupakan keluarga ja’far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja’far.”

4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.

5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”

6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.”
Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

7. Ummu Kholid binti kho;id bin sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!

8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).”

9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .

10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah perna lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesahsampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma

11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.
Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.

12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, “Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang.”

13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.

14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya compang-camping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. “Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.l”

Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.
Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap dipelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat.

Itulah 14 Cara Mendidik Anak Secara Islami ala Rasulullah SAW,
Semoga Menghibur dan Bermanfaat,

Sumber http://salimahbulungankaltim.blogspot.com


Rabu, April 22, 2015

Du'a for Rajab

When the Prophet sighted the moon of Rajab (two months before Ramadan) he used to pray to Allah in the following words on the Picture abobe or in the words below:
 
Allahumma barik lana fi Rajab wa Sha'ban wa ballighna Ramadan

O Allah! Make the months of Rajab and Sha'ban blessed for us, and let us reach the month of Ramadan (i.e. prolong our life up to Ramadan, so that we may benefit from its merits and blessings)

[Narrated by at-Tabarani and Ahmad]

The month of Rajab starts from tomorrow

Rabu, Maret 25, 2015

Supaya Beruntung


Dalam Quran Surah 62 Al-Jumu'ah ayat 10
ALLAH berfirman 
"INGATLAH ALLAH SELALU SUPAYA KAMU BERUNTUNG"
Sungguh ini merupakan janji ALLAH, 
untuk mendapatkan keberuntungan,
maka kita selalu mengingatNYA.
SunhanALLAH.

Remember me in ur praying :)

Kamis, Maret 12, 2015

Dekat, Jauh, Besar, Berat, Ringan, Tajam



Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya..

Pertama,
"Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab : "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu BENAR. Tetapi sesungguhnya yang paling dekat dengan kita adalah KEMATIAN. Sebab itu adalah janji Allah SWT, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Q.S. Ali Imran 185)

Kedua,
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab : "negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Walau bagaimanapun caranya kita takkan mampu kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan dating dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga,
"Apakah yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali. Tetapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah HAWA NAFSU (Q.S.Al-A'Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Keempat,
"Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab : "besi dan gajah".
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, gunung-gunung, bahkan para malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tak mampu memegang amanahnya.

Kelima,
"Apakah yang paling ringan di dunia ini?"
Ada yang menjawab : "kapas, angin, debu dan daun-daunan".
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Seringkali hanya karena pekerjaan, kita tinggalkan sholat kita.. Hanya karena hal duniawi, seringkali kita meninggalkan perintah sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah,
"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : "pedang".
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi sesungguhnya yang paling tajam itu adalah LISAN. Karena melalui lisan kita, manusia akan mudah untuk menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.

Teman, sekarang kita tahu bahwa hal yang paling dekat dengan diri kita itu adalah kematian, hal yang paling jauh dari diri kita itu adalah masa lalu, hal yang paling besar adalah hawa nafsu, hal paling berat adalah memegang amanah, hal yang paling ringan adalah meninggalkan shalat, dan hal yang paling tajam didunia ini sesungguhnya adalah lisan kita..

Maka mulai sekarang mari bersama-sama kita selalu renungkan, betapa selama ini kita tak pernah menyadari semua hal itu.. seringkali kita merasa sudah sempurna seakan bisa hidup selama-lamanya, padahal kita tak pernah sadar bahwa kematian itu sungguh betapa dekat.. Kita pun selalu menyianyiakan masa kini, karena merasa kita masih mempunyai masa depan, padahal kita takkan pernah mampu utk mengulang masa sekarang di masa yang akan datang.. Seringkali kita ikuti terus hawa nafsu kita, padahal betapa hawa nafsu itulah yang kelak bisa menjerumuskan kita ke lautan api neraka, seringkali kita melepas amanat yang kita pegang, dan seringkali kita begitu ringan untuk meninggalkan warisan dari Nabi Muhammad SAW, yaitu shalat.. Dan kitapun sering menggunakan lisan kita, untuk menyakiti perasaan orang lain, bahkan kepada ibunda kita sekalipun..

Bayangkaan..

Source : Edvan M Kautsar