Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 13, 2021

Amalan di bulan Rajab

Tanggal 1 Rajab 1442 Hijriah jatuh pada hari ini Sabtu tanggal 13 Febuari 2021.  Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan bulan yang mulia dan setiap umat muslim menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Rasulullah SAW menyambut bulan Rajab dengan berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan panjang umur hingga menikmati keistimewaan bulan Ramadhan.

Amalan di bulan Rajab yang akan mendatangkan banyak pahala dan keberkahan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Puasa.
2. Melakukan banyak Istighfar.
3. Melakukan sedekah.
4. Berdoa dan Dzikir.

Senin, Februari 08, 2021

Cara Mandi Bagi SENIOR, Usia diatas 50 Tahun

Cara Mandi Bagi SENIOR, 
Usia diatas 50 Tahun

Pertama:

●Pada waktu masuk Kamar Mandi sebaiknya *Pintu kamar mandi nya tidak diKunci*.
Agar jika anda terjatuh or alami serangan jantung, stroke, segera mendapat pertolongan.

●Kasih petunjuk bahwa Kamar Mandi *sedang "DIPAKAI".*

●Masuk ke Kamar Mandi *tidak tergesa-gesa, tetap menjaga keseimbangan tubuh.*

Kedua:

*●Tidak memakai Sendal Usang & Licin yg rawan terpeleset* ketika masuk Kamar Mandi.

*●Jika lantai kamar mandi licin terkena air sabun, segera guyur* lantai itu supaya tidak licin.

Ketiga:

*●Ketika melepas celana atau memakai celana setelah selesai mandi, hendaknya Berpegang pada dinding kamar mandi*
untuk menghindari kehilangan keseimbangan.

Keempat:

*●Jika mandinya harus duduk, Jangan gunakan Kursi Plastik.* Karena kaki kursi plastik mudah slip sehingga bisa terjatuh.

Kelima:

*●Cara Mandi yg benar, harus berurutan dari bawah ke atas.*
Jangan terbalik dari atas ke bawah, karena rawan terkena serangan jantung dan stroke !!

●Pertama *Siramlah bagian Telapak Kaki dulu.*

●Kemudian berturut turut siram bagian *Betis, bagian Paha, bagian Perut & bagian Pundak.*

●Setelah itu *Berhenti sejenak sekitar 5 sampai 10 detik.*
Saat itu kita akan *merasakan seperti uap atau angin keluar dari ubun-ubun,* bahkan terasa merinding pada tubuh.

*●Setelah itu baru dilanjutkan mandi seperti biasa....*
( Cara demikian diperkuat oleh Penelitian Dokter & Praktisi Chi kung ).

*●Pola Mandi seperti itu baik bagi semua umur.*

*●Terutama bagi orang yg mempunyai Penyakit :*

"Diabetes,
Hipertensi,
Kolestrol,
Migran".

Keenam:

*●Jika mau Berenang, sebaiknya Jangan langsung Menyelam;* tapi lakukan juga tahapan seperti Pola Mandi di atas.

Ketujuh:

*●Kalau baru tiba dari bepergian jauh, kemudian setelah beristirahat sejenak mau Mandi;*

*●Sebaiknya Tidak memakai Air Dingin, tapi gunakan Air Hangat.*

Karena jika setelah selesai
Mandi Air Dingin bisa kedinginan, dan nafasnya menjadi tersengal-sengal.

*●Hal ini berisiko bagi Penderita Sakit Jantung.*

_*Semoga bermanfaat. 🙏*_

*Silahkan diinfokan ke ortu - family - kerabat, juga bisa disimpan, berguna utk usia 50 keatas*......

Source: WA

Senin, Februari 01, 2021

ADAB BERTAMU

             ADAB BERTAMU

Islam mengajarkan adab bagi tuan rumah dalam memuliakan tamu, islam juga mengajarkan adab bagi tamu ketika berkunjung ke rumah orang lain.
Berikut adalah beberapa adab dalam bertamu:

1. Mintalah izin untuk masuk dan berdirilah di samping pintu atau menghadap ke arah luar.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi bagimu agar kamu selalu ingat.” (QS. An Nur:27)

2. Hindari bertamu di waktu yang tidak tepat
Seperti bertamu di waktu istirahat atau di waktu orang bekerja. Kecuali jika sangat mendesak. Allah mengajarkan tentang 3 waktu privasi, dimana anak-anak tidak boleh masuk kamar orangtuanya, kecuali setelah minta izin. Allah beriman yang artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum shalat subuh,ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah shalat isya inilah tiga (waktu buka) aurat bagi kamu.” (QS An Nur:58)

3. Dianjurkan untuk membawa hadiah ketika bertamu
Karena akan mempererat persaudaraan, Nabi bersabda “Berdasarkan saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari)

4. Duduklah di tempat yang disediakan oleh tuan rumah dan hindari mengambil posisi yang bisa melihat isi rumah.
Nabi bersabda, janganlah orang itu duduk di tempat duduk khusus milik tuan rumah, kecuali jika diizinkan. (HR.Muslim)

5. Berusahalah untuk selalu menjaga pandangan selama bertamu
Allah Berfirman yang artinya “ Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS. Ghafir : 19)

6. Makanlah hidangan yang telah disediakan dan jika puasa, sampaikan izin untuk tidak memakannya dan jangan lupa untuk mendo’akan tuan rumah.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila kalian diundang, hadirilah! Jika sedang puasa, do’akanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!” (HR. Muslim)

7. Jika bertamu sudah selesai, segeralah untuk pamit.
Berlama-lama di rumah itu bisa merepotkan tuan rumah. Kecuali jika tuan rumah menghendaki anda untuk tetap di rumahnya.
Allah mengajarkan dalam firmannya “ Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak makananya, tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan….” (QS. Al Ahzab : 53)

8. Jika tamu butuh untuk menginap, dia hanya punya hak untuk dijamu selama 3 hari.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Kewajiban menjamu tamu hanya berlaku 3 hari lebih dari itu statusnya sedekah untuk tamu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

9. Jangan lupa untuk mendo’akan tuan rumah ketika anda menyantap hidangan
Nabi pernah bertamu di rumah seseorang. Setelah beliau makan hidangan yang disuguhkan beliau berdo’a “Ya Allah berikanlah rezeki yang engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.” (HR. Abu Daud).

Sumber : Yufid.TV

Sabtu, Januari 30, 2021

KETIKA KITA SAKIT.... ALLAH TARIK 3 PERKARA

KETIKA KITA SAKIT
ALLAH TARIK 3 PERKARA

😭

1. Allah tarik keceriaan wajah kita.
2. Allah tarik selera makan kita.
3. Allah tarik dosa kita.

Apabila sudah sembuh,
Allah hantar 2 perkara saja:

1. Allah mengembalikan keceriaan wajah kita.
2. Allah mengembalikan selera makan kita.

Tapi....

Allah TIDAK mengembalikan dosa kita..

ALLAHU AKBAR ....

Betapa sayangnya Allah pada kita..

Kebanyakan manusia suka
"Mengeluh"
dalam menjalankan kehidupan ini.

👍

Cobalah untuk tidak mengeluh dengan tazkirah ini..:

1.
Ketika kita mengeluh:
“ihhh , capeknya akuu."

ALLAH menjawab:
(وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا)
“ Dan KAMI jadikan tidurmu utk istirahat
(An Naba' [78]: 9)

2.
Ketika kita mengeluh:
“Beratnya cobaan ini , tak sanggup rasanya aku.

" ALLAH menjawab :
(لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا)
“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya".
(Al Baqarah [2] : 286)

3.
Ketika kita mengeluh :
“Galaunya aku"

" ALLAH menjawab :
( أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)
“Hanya dgn mengingatKU, hati akan menjadi tenang”
(Ar Ra'd [13]: 28)

4.
Ketika kita mengeluh:
“Apa yg aku buat ini semua sia sia.

" ALLAH menjawab :
(فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ)
"Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan mendapatkan balasannya”
(Al Zalzalah [99]: 7)

5.
Ketika kita mengeluh:
“tak ada seorangpun yg mau menolong aku."

ALLAH menjawab:
( ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ)
“ Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan” (Al Ghafir [40] : 60)

6.
Ketika kita mengeluh :
“ Aku sangat sedih.”

ALLAH menjawab:
( لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ )
“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya AKU bersama kamu " (At Taubah [9] : 40)

🤣

Janganlah kita banyak mengeluh.
Banyakkan bersabar dan teruskan kehidupan ini dengan taqwa dan tawakkal.
Semoga menjadi insan yang bertakwa.

Hadapi semua musibah dengan tenang, sabar, dan tawakkal.
Semuanya pasti berakhir....

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٨﴾

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.

Sungguh....

Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(Q.S.16:18)

👇👇

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? "

(Q.S.55:13)

👍

Insya Allah bermanfaat bagi kita semua....
Aamiin

sumber WA

Rabu, Januari 27, 2021

Bibit Pohon dan Sang Raja


Jaman dahulu kala, di China kuno hiduplah seorang raja bijaksana. Rakyatnya hidup makmur dan damai, tak pernah ada kekurangan dan kelaparan di negri tersebut. 

Pada suatu hari, sang raja merasa lelah dan sudah tua, sudah saatnya ia mencari pengganti dirinya. Namun sayang sekali, ia tak memiliki seorang anak. Maka ia mengutus punggawa kerajaan untuk mengumpulkan 5 pemuda cerdas di negrinya. 

Setibanya di dalam kerajaan, kelima pemuda tersebut ternganga melihat indahnya istana raja. Mereka memberi hormat dan menunggu titah sang raja. "Wahai pemuda-pemuda tampan, cerdas dan bijaksana, hari ini aku akan memilih salah satu di antara kalian menjadi penggantiku," titah sang raja. Semua pemuda terdiam dan terkejut, mereka tak menyangka bahwa raja akan memberikan tahtanya pada mereka, namun siapa gerangan yang akan ditunjuk menjadi pengganti raja? "Untuk menjadi penggantiku, kalian harus mengikuti satu ujian yang akan kuberikan," sambung sang raja. 

Sang raja kemudian mengambil 5 buah kantong, yang masing-masing kantong terdapat sebuah biji bibit pohon. "Tanam, rawat dan siramlah bibit ini dengan segenap hati kalian. Kembalilah kepadaku setelah satu tahun dari sekarang, kita lihat bagaimana hasil tanaman yang kalian rawat. Dari hasil tanaman tersebut aku akan memilih salah satu dari kalian menggantikan diriku," titah raja. 

Semua pemuda bergegas kembali ke rumah mereka dan mencari tanah yang baik untuk menanam benih yang diberikan oleh sang raja. 

Demikian juga Ling, salah satu pemuda jujur yang dipanggil sang raja. Ia bergegas menemui ibunya, dan memberitahukan kabar tersebut. Ling dibantu sang ibu kemudian mencari tanah terbaik dan meletakkannya di sebuah pot. 

Setiap hari Ling selalu merawat, menyirami benih tersebut. Namun hingga bulan ke dua, ketiga, hingga bulan-bulan berikutnya tak sesentipun benih tersebut tumbuh. 

Padahal menurut teman-temannya, benih mereka sudah tumbuh menjadi pohon yang subur dengan buah-buah yang mulai muncul. Ling pun sedih, ia sadar bahwa ia telah gagal. 

Semakin mendekati hari pertemuan di istana, ia semakin bingung. Ia takut bahwa raja akan menghukumnya, namun sang ibu memintanya agar tetap jujur dan bersabar. 

Tiba hari di mana sang raja akan memilih pengganti, semua pemuda diminta kembali ke istana dengan membawa semua hasil tanamannya. 

Dengan sedih, Ling membawa sebuah pot kecil berisi bibit yang tidak tumbuh. Ia tertunduk lesu, sementara semua teman-temannya membawa pohon di pot besar, ada yang berbunga indah, ada pula yang berbuah lebat. 

Melihat Ling membawa pot kosong sang raja tertawa, "bagus sekali usahamu," seluruh isi istanapun tertawa melihat Ling yang tertunduk lesu. 

Raja berkeliling dan melihat tanaman-tanaman lain yang menjulang dengan gagah dan indahnya. Terkagum-kagum, raja memandangi tanaman dengan buah ranum yang subur sambil sesekali mengangguk-angguk. 

Raja pun meminta masing-masing maju, bercerita tentang usahanya, dan tibalah pada giliran Ling, yang maju bersama sebuah pot kosong "Nama saya adalah Ling," katanya. 

Sekali lagi seluruh ruangan riuh ramai menertawakannya. Ada yang meneriakkan kalimat-kalimat ejekan pedas yang membuat Ling semakin malu dan sedih. 

Sang raja kemudian berkata, "baiklah, aku sudah menemukan siapa yang akan menjadi penggantiku." Ruanganpun senyap seketika menantikan titah raja selanjutnya. Ia kemudian menggandeng tangan Ling, dan mengumumkan Ling sebagai penggantinya. Seketika semua orang terkejut, namun mereka tertunduk memberikan hormat. "Sebenarnya, bibit yang kuberikan pada kalian setahun lalu adalah bibit yang sudah busuk. Sangat tidak mungkin menghasilkan tanaman yang lebat dengan buah-buah ranum dan bunga-bunga indah dari mereka. 

Ling, adalah pemuda yang jujur dan berani. Ia membawa sebuah pot kosong dengan bibit yang tidak tumbuh. Untuk itulah aku memilihnya sebagai penggantiku. 
Ingatlah wahai rakyatku, saat kau menanam sebuah kejujuran, maka kau akan menuai kepercayaan. 
Saat kau menanam kebaikan, maka kau akan menuai persahabatan. 
Saat kau menanam kerendah hatian, kau akan menuai kebaikan hati sesama. 
Saat kau menanam kedamaian, maka kau akan menuai kemenangan. 
Saat kau menanam kerja keras, kau akan menuai kesuksesan. Saat kau menanam kesabaran, maka kau akan menuai hasil berlebihan. 
Saat kau menanam keyakinan, kau akan mendapatkan sebuah keajaiban..." 
Sebaliknya, apabila seseorang menanamkan ketidakjujuran, maka ia tak akan dipercaya. 
Saat ia menanam keegoisan, maka ia akan kesepian. 
Saat ia menanamkan gengsi, ia akan hancur sendiri. 
Saat ia menanamkan kecemburuan, ia akan menuai celaka. 
Saat ia menanam kemalasan, ia akan menuai kemiskinan. 
Saat ia menanamkan keserakahan, ia akan menuai kekurangan. 
Saat ia menanam dosa, ia akan menuai hukuman.

Source Fimela.com